Telepon Terakhir Bocah 9 Tahun di Cilegon Berujung Maut, Publik Desak Polisi Bongkar Pelaku

Reporter : Redaksi

SINTORA NEWS – Cilegon

Peristiwa tragis mengguncang Kota Cilegon dan meninggalkan duka mendalam bagi publik. Seorang bocah laki-laki berusia 9 tahun, Muhammad Axle, ditemukan meninggal dunia secara mengenaskan di dalam rumahnya di Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS) III, Kelurahan Ciwaduk, Kota Cilegon, Selasa (16/12).

 

Tragedi ini semakin mengiris hati lantaran didahului oleh sebuah telepon panik sang anak kepada ayahnya. Dalam sambungan singkat itu, korban hanya sempat mengucapkan, “Ayah… tolong cepat pulang…”. Beberapa menit setelah panggilan tersebut, bocah malang itu ditemukan sudah tak bernyawa.

 

Korban diketahui merupakan putra dari Maman Suherman, tokoh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sekaligus Dewan Pakar PKS Kota Cilegon. Saat sang ayah tiba di rumah, korban telah tergeletak bersimbah darah dalam kondisi meninggal dunia.

 

Hasil pemeriksaan awal kepolisian mengungkap fakta mengejutkan. Di tubuh korban ditemukan belasan hingga puluhan luka tusuk yang diduga akibat senjata tajam. Luka-luka tersebut diarahkan ke bagian vital tubuh, mengindikasikan adanya tindakan kekerasan serius dan brutal.

 

Polisi segera mengamankan lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah saksi telah dimintai keterangan guna mengungkap siapa pelaku serta motif di balik pembunuhan sadis ini.

 

Menariknya, hingga saat ini tidak ditemukan indikasi barang berharga yang hilang dari rumah korban. Fakta tersebut membuat dugaan perampokan masih menjadi tanda tanya besar dan membuka kemungkinan adanya motif lain di balik tragedi ini.

 

Pihak kepolisian menyatakan penyelidikan masih terus berjalan dan belum menyimpulkan motif maupun menetapkan tersangka. Aparat memastikan seluruh kemungkinan akan ditelusuri secara menyeluruh dan profesional.

 

Di sisi lain, keluarga korban serta rekan-rekan politikus menyampaikan duka mendalam atas peristiwa yang dinilai tak masuk akal dan mencederai rasa kemanusiaan. Publik pun turut bereaksi keras dan menuntut aparat penegak hukum segera mengungkap kasus ini secara terang-benderang.

 

Sejumlah pertanyaan besar pun mencuat di tengah masyarakat:

 

Apakah pembunuhan ini dilakukan secara terencana?

 

Apakah pelaku merupakan orang dekat korban?

 

Mengapa korban justru seorang anak kecil yang tak berdaya?

 

 

Satu hal yang pasti, tragedi ini meninggalkan luka mendalam dan menjadi alarm keras soal keamanan serta perlindungan anak. Publik kini menanti langkah tegas aparat kepolisian untuk mengungkap kebenaran dan menyeret pelaku ke hadapan hukum tanpa kompromi.

 

 

 

 

SINTORA NEWS

Tajam dan Akurat

 

( Redaksi)

Editor : Redaksi

Info Publik
Berita Populer
Berita Terbaru