Di Usia 70 Tahun, Semangat Pak Jatem Tak Pernah Pudar: Sosok Sesepuh Kapasari yang Menginspirasi

Reporter : Redaksi

SURABAYA — Sabtu, 27 Desember 2025

 

Di tengah hiruk-pikuk aktivitas warga Kapasari dan Sidodadi Baru, terselip sebuah kisah sederhana namun penuh makna. Sebuah cangkruan santai yang berlangsung sekitar pukul 13.35 WIB menjadi saksi keteguhan semangat seorang sesepuh yang dikenal luas oleh warga setempat, Pak Jatem.

 

Pak Jatem, yang kini berusia sekitar 70 tahun, dikenal sebagai sosok pekerja keras yang telah menekuni profesi sebagai penarik bentor becak selama kurang lebih 20 tahun. Meski usia tak lagi muda, semangat hidup dan etos kerjanya tetap menyala. Kondisi fisiknya pun masih tergolong sehat, mencerminkan keteguhan jiwa yang patut menjadi teladan.

 

Dalam perbincangan santai tersebut, H. Halim sempat menanyakan langsung kepada Pak Jatem perihal kekuatan dan semangatnya yang masih terjaga hingga saat ini. Pertanyaan itu disambut dengan senyum tenang, mencerminkan karakter Pak Jatem yang dikenal rendah hati dan penuh keikhlasan dalam menjalani hidup.

 

“Ini sosok yang patut dicontoh. Di usia lanjut, beliau masih kuat, semangat, dan tetap bekerja dengan hati yang lapang,” ujar H. Halim dengan nada penuh salut.

 

Tak hanya dikenal sebagai pekerja keras, Pak Jatem juga dikenal sebagai pribadi yang ramah, mudah bergaul, dan selalu membawa suasana hangat. Dalam keseharian, ia dikenal tidak pernah berbicara dengan nada emosi. Tutur katanya ringan, penuh canda, dan selalu menghadirkan rasa nyaman bagi siapa pun yang duduk atau berkumpul bersamanya.

 

Arifin, atau akrab disapa Ipin, seorang pedagang es teh di wilayah Sidodadi Baru, turut memberikan kesaksian. Menurutnya, Pak Jatem hampir setiap hari terlihat mangkal mencari penumpang di kawasan Pasar Kapasari. Sekitar pukul 10.00 WIB, Pak Jatem biasanya sudah berada di wilayah Sidodadi Baru untuk kembali mencari penumpang.

 

“Beliau orangnya enjoy, nggak pernah serius atau bikin suasana tegang. Kalau kumpul sama Pak Jatem itu nggak pernah bosan, selalu enak dan nyaman,” tutur Arifin.

 

Tak heran jika sosok Pak Jatem begitu disukai warga, khususnya di wilayah Sidonipah RW 2 Simolawang. Kepribadiannya yang sederhana, ramah, dan penuh semangat membuatnya dihormati lintas usia. Bagi banyak warga, Pak Jatem bukan sekadar penarik bentor becak, melainkan simbol keteguhan, kesabaran, dan semangat hidup yang tak lekang oleh usia.

 

Kisah Pak Jatem menjadi pengingat bahwa semangat bekerja, ketulusan, dan sikap rendah hati adalah nilai-nilai luhur yang tetap relevan di tengah perubahan zaman.

 

Sintora News — Tajam dan Akurat

 

( Redaksi)

Editor : Redaksi

Info Publik
Berita Populer
Berita Terbaru