Surabaya, Selasa 3 Maret 2026 – Di tengah gempuran pengobatan modern, jamu racikan tradisional kembali menunjukkan eksistensinya. Di kawasan Teretek, dari pertigaan Pogot masuk arah kiri, tepatnya di Jalan Pltuk Donomulyo No. 64 Surabaya, seorang peracik jamu asal Jawa Tengah sukses menarik perhatian warga.
Dialah Pak Deh Tego, pria asli Jawa Tengah yang telah lama memiliki pengalaman meracik jamu tradisional di kampung halamannya. Berbekal pengalaman bertahun-tahun meramu rempah-rempah pilihan, ia memberanikan diri membawa keahlian tersebut ke Surabaya.
Awal merintis usaha di Kota Pahlawan bukan perkara mudah. Namun berkat ketekunan dan konsistensi menjaga kualitas racikan, perlahan namanya dikenal masyarakat. Kini, Pak Deh Tego telah memiliki tempat sendiri di kawasan Pelatok G14 sebagai rumah tinggalnya, sementara aktivitas penjualan dilakukan di pinggir jalan, tepat di nomor 64 tersebut.
Jamu raci racikannya dikenal warga sebagai ramuan herbal berbahan dasar rempah-rempah alami yang dipercaya membantu berbagai keluhan penyakit. Banyak pelanggan mengaku merasakan manfaat setelah rutin mengonsumsi racikan tersebut.
“Ini racikan turun-temurun. Saya hanya meneruskan dan menjaga kualitasnya,” ujar Pak Deh Tego saat ditemui, Selasa (3/3/2026).
Ia menegaskan, jamu yang diraciknya berbahan alami dan dikonsumsi sesuai anjuran. Menurutnya, selama mengikuti aturan minum dan menjaga pantangan makanan tertentu, jamu raci tersebut aman dan tidak menimbulkan efek samping.
Tak hanya menjual, Pak Deh Tego juga memberikan arahan kepada pelanggan terkait pola makan selama masa pemulihan. Edukasi tersebut menjadi nilai tambah yang membuat pelanggan merasa diperhatikan.
Seiring waktu, pelanggan terus berdatangan hingga kerap menimbulkan antrean. Bahkan pemesanan juga bisa dilakukan melalui telepon maupun WhatsApp yang tercantum dalam buku panduan raciannya, lengkap dengan layanan pesan antar.
Keberadaan jamu racikan tradisional ini menjadi bukti bahwa warisan leluhur tetap mendapat tempat di hati masyarakat, terutama bagi mereka yang mencari alternatif pengobatan herbal berbasis rempah-rempah alami.
Dari pengalaman di Jawa Tengah hingga kini dikenal di Surabaya, perjalanan Pak Deh Tego menjadi kisah ketekunan yang berbuah kepercayaan.
Sintora News
Berani, Tajam, dan Akurat
( A.z.mustopa)
Editor : Redaksi