Jakarta — Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, selaku Ketua Harian Dewan Pertahanan Nasional (DPN), memimpin Upacara Pengangkatan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Tenaga Ahli DPN yang digelar di lingkungan Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta, pada Kamis (15/1).
Pelantikan tersebut dilaksanakan berdasarkan Keputusan Ketua Harian Dewan Pertahanan Nasional Nomor KEP/3/KH/X/2025. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat kapasitas pemikiran strategis Dewan Pertahanan Nasional, khususnya dalam merespons dinamika dan tantangan global yang semakin kompleks di bidang pertahanan dan keamanan negara.
Sebanyak 12 pakar dari berbagai disiplin ilmu resmi dilantik sebagai Tenaga Ahli Utama, Tenaga Ahli Madya, dan Tenaga Ahli Muda. Mereka akan mengisi bidang-bidang strategis, meliputi Geoekonomi, Geopolitik, dan Geostrategi, yang memiliki peran krusial dalam perumusan kebijakan pertahanan nasional.
Dalam konteks ini, kehadiran para tenaga ahli diharapkan mampu memberikan masukan strategis, analisis komprehensif, serta rekomendasi kebijakan yang berbasis kajian akademik dan pengalaman profesional. Hal tersebut penting guna memastikan pelaksanaan tugas dan fungsi Dewan Pertahanan Nasional berjalan secara optimal, adaptif, dan visioner.
Pelantikan ini juga menegaskan komitmen Kementerian Pertahanan dalam membangun sistem pertahanan negara yang modern dan berkelanjutan, dengan mengedepankan kolaborasi antara pemerintah dan para pakar strategis nasional.
Dengan penguatan sumber daya pemikiran ini, Dewan Pertahanan Nasional diharapkan semakin siap menghadapi tantangan geopolitik global serta menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sintora News
Tajam dan Akurat
( Redaksi)
Editor : Redaksi