Hampir 20 Tahun Dikurung Kandang Besi, Mbah Kirno Akhirnya Merdeka dari Penjara Keluarga

Reporter : Redaksi

PONOROGO – Kisah pilu kemanusiaan terkuak dari Desa Temon, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo. Sukirno alias Mbah Kirno (60) diketahui telah menjalani hidup terkurung di dalam kandang besi selama hampir dua dekade, terisolasi dari dunia luar tanpa perawatan medis yang layak.

 

Peristiwa ini terungkap setelah aparat kepolisian menerima laporan masyarakat. Berdasarkan keterangan Ipda Purnomo, tindakan pengurungan dilakukan pihak keluarga dengan alasan Mbah Kirno kerap dianggap membahayakan lingkungan saat mengalami kekambuhan. Namun, langkah tersebut justru membuatnya kehilangan hak dasar sebagai manusia.

 

Selama bertahun-tahun, Mbah Kirno hidup dalam kondisi memprihatinkan. Ruang geraknya terbatas, perawatan minim, dan penanganan kesehatan nyaris tidak tersentuh. Padahal, menurut pengakuan warga sekitar, Mbah Kirno dulunya dikenal sebagai pribadi normal dan mampu berinteraksi seperti warga lainnya.

 

Perubahan perilaku mulai muncul setelah yang bersangkutan mendalami ilmu kanuragan atau ilmu Jawa, yang diduga tidak diimbangi kesiapan mental dan pendampingan yang memadai. Seiring waktu, kondisi tersebut memburuk hingga berujung pada keputusan keluarga mengurungnya dalam kandang besi.

 

Momentum haru terjadi pada Rabu sore (28/1/2026). Kandang besi yang menjadi “penjara” Mbah Kirno akhirnya dibuka paksa menggunakan alat gerinda. Proses pembebasan dipimpin langsung oleh Ipda Purnomo, perwira Polres Lamongan yang dikenal aktif dalam aksi sosial dan kemanusiaan.

 

Tangis haru pecah saat Mbah Kirno melangkah keluar, menghirup udara bebas setelah hampir 20 tahun hidup terasing. Pembebasan ini sekaligus menjadi pengingat keras bahwa gangguan kejiwaan bukan alasan untuk menghilangkan martabat manusia, melainkan harus ditangani dengan pendekatan medis dan kemanusiaan.

 

Kasus ini kini menjadi sorotan publik dan diharapkan membuka mata semua pihak tentang pentingnya perlindungan hak asasi manusia, khususnya bagi mereka yang mengalami gangguan mental.

 

 

 

 

Sintora News

Tajam dan Akurat

 

( Redaksi)

Editor : Redaksi

Info Publik
Berita Populer
Berita Terbaru