Bangun Rutan Sehat dan Humanis, Rutan Kelas I Surabaya Gelar Senam Pagi Bersama Warga Binaan

Reporter : Redaksi

SURABAYA – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, produktif, dan berorientasi pada pembinaan. Salah satu upaya nyata tersebut diwujudkan melalui kegiatan senam pagi bersama yang digelar di Lapangan Rutan Kelas I Surabaya, pada Jumat (6/2/2026).

 

Kegiatan senam pagi ini diikuti secara menyeluruh oleh jajaran petugas Rutan Kelas I Surabaya, peserta magang, serta warga binaan pemasyarakatan. Kebersamaan tersebut menjadi simbol sinergi dan keharmonisan antara petugas dan warga binaan dalam membangun atmosfer pemasyarakatan yang lebih humanis dan berdaya guna.

 

Senam pagi tidak sekadar menjadi aktivitas olahraga rutin, tetapi juga bagian dari strategi pembinaan terpadu yang menekankan pentingnya kesehatan jasmani sebagai fondasi peningkatan kualitas hidup. Melalui kegiatan ini, Rutan Surabaya berupaya menanamkan pola hidup sehat sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan disiplin.

 

Kegiatan tersebut juga merupakan implementasi langsung dari komitmen Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, yang mendorong sistem pembinaan warga binaan berbasis peningkatan kualitas hidup, baik secara fisik maupun mental.

 

Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, yang turut hadir dan mengikuti senam pagi bersama, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki peran strategis dalam mendukung kinerja dan pelayanan pemasyarakatan.

 

> “Senam pagi ini dilaksanakan untuk menjaga dan meningkatkan kebugaran fisik baik bagi petugas maupun warga binaan. Dengan kondisi tubuh yang sehat dan prima, seluruh elemen di Rutan Surabaya diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal,” ujarnya.

 

 

 

Ia menambahkan, kegiatan senam pagi dilaksanakan secara terkoordinasi dengan melibatkan seluruh unsur di lingkungan rutan sebagai bagian dari pembinaan jasmani yang berkelanjutan. Menurutnya, kebugaran fisik menjadi faktor penting dalam menunjang pelaksanaan tugas pelayanan, pengamanan, dan pembinaan yang profesional dan humanis.

 

Bagi petugas, kondisi fisik yang sehat akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan dan kesiapsiagaan dalam menjalankan tugas. Sementara bagi warga binaan, kesehatan jasmani yang terjaga memungkinkan mereka mengikuti seluruh program pembinaan dengan maksimal, mulai dari pembinaan kepribadian hingga kemandirian.

 

Lebih jauh, Tristiantoro menekankan bahwa pembinaan di rutan tidak semata-mata berfokus pada aspek penegakan aturan, tetapi juga pada upaya mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali ke tengah masyarakat dengan kondisi fisik dan mental yang lebih baik.

 

“Melalui kegiatan sederhana namun konsisten seperti senam pagi ini, kami ingin memastikan bahwa proses pembinaan berjalan secara menyeluruh dan berkelanjutan, sehingga dapat mendukung tujuan akhir pemasyarakatan, yakni reintegrasi sosial warga binaan,” pungkasnya.

 

Dengan adanya kegiatan senam pagi bersama ini, Rutan Kelas I Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembinaan yang sehat, inklusif, dan berorientasi pada pemulihan kualitas hidup, sejalan dengan semangat reformasi pemasyarakatan nasional.

 

 

 

Sintora News

Tajam dan Akurat

 

( A.z.mustupa)

Editor : Redaksi

Info Publik
Berita Populer
Berita Terbaru