Modus Pembeli Palsu, Nenek Penjual Nasi Uduk di Jatiwarna Kehilangan Rp4 Juta dalam Sekejap

Reporter : Redaksi

Bekasi – Aksi pencurian dengan modus pura-pura menjadi pembeli kembali memakan korban. Kali ini, seorang nenek penjual nasi uduk menjadi sasaran pelaku tak bertanggung jawab di Jalan Bulak Tinggi Raya, Kelurahan Jatiwarna, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Selasa pagi (17/2/2026).

 

Peristiwa tersebut terjadi saat korban tengah sibuk melayani pembeli dan menyiapkan pesanan seperti biasa. Pagi itu, suasana masih relatif sepi. Seorang pria datang menghampiri lapak sederhana milik korban dan berpura-pura memesan makanan.

 

Saat korban lengah karena fokus membungkus pesanan, pelaku dengan cepat mengambil dompet atau wadah penyimpanan uang yang berada di dekat tempat jualan. Tanpa banyak bicara, pria tersebut langsung kabur dan tancap gas menggunakan sepeda motor yang telah disiapkan.

 

Uang yang dibawa kabur diperkirakan mencapai sekitar Rp4 juta. Nominal tersebut bukan sekadar uang tunai biasa, melainkan modal usaha sekaligus hasil penjualan yang dikumpulkan korban untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

 

Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung geram. Pasalnya, pelaku dinilai tega menyasar lansia yang setiap hari berjuang mencari nafkah halal sejak pagi buta. Beberapa warga sempat berupaya mengejar, namun pelaku sudah lebih dulu melarikan diri.

 

“Kasihan sekali, beliau sudah tua masih semangat jualan. Uangnya itu untuk modal dan kebutuhan sehari-hari,” ujar salah satu warga setempat.

 

Kasus ini menambah daftar panjang tindak kejahatan dengan modus berpura-pura menjadi pembeli. Pelaku memanfaatkan kelengahan pedagang kecil yang bekerja sendirian tanpa pengamanan memadai.

 

Warga berharap aparat kepolisian segera turun tangan memburu pelaku dan meningkatkan patroli di kawasan tersebut, terutama pada jam-jam rawan aktivitas ekonomi warga kecil. Kejadian ini menjadi peringatan keras agar para pedagang lebih waspada dan tidak menaruh uang hasil jualan di tempat yang mudah dijangkau.

 

Aksi kriminal terhadap masyarakat kecil, apalagi lansia, dinilai sebagai tindakan tidak berperikemanusiaan. Di saat korban berjuang mengais rezeki halal, pelaku justru memilih jalan pintas yang merugikan dan menyisakan trauma mendalam.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait identitas pelaku. Warga berharap pelaku segera tertangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.

 

 

 

Sintora News – Berani, Tajam, dan Akurat

 

( Redaksi)

Editor : Redaksi

Info Publik
Berita Populer
Berita Terbaru