270 Pedagang Ramaikan Pasar Takjil Ramadan Kota Blitar, Warga Serbu Jalan Kenanga Jelang Berbuka

Reporter : Redaksi

SINTORA NEWS – Suasana Ramadan di Kota Blitar kian terasa semarak. Ratusan pedagang kaki lima (PKL) dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) memadati kawasan Jalan Kenanga hingga sisi selatan Alun-Alun setempat dalam gelaran Pasar Takjil Ramadan 2026.

 

Sejak sore hari, warga tumpah ruah memadati lokasi untuk berburu aneka hidangan berbuka puasa. Mulai dari kolak, es buah, gorengan, aneka kue tradisional, hingga menu kekinian tersaji lengkap di sepanjang jalur yang telah disiapkan pemerintah daerah.

 

Pemerintah Kota Blitar resmi membuka Bazar Takjil Ramadan pada Kamis (18/2/2026). Tercatat sebanyak 270 pedagang lokal ambil bagian dalam kegiatan tahunan tersebut. Para pedagang mulai menata lapak dan dagangan mereka sejak pukul 15.00 WIB, sementara pembeli berdatangan tak lama setelahnya.

 

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar, Parminto, menegaskan seluruh pedagang yang terlibat merupakan warga asli Kota Blitar. Kebijakan ini diambil untuk mendorong perputaran ekonomi lokal selama bulan suci.

 

“Total ada sekitar 270 pedagang, baik PKL maupun UMKM. Semuanya warga Kota Blitar, tidak ada dari luar daerah. Ini bentuk komitmen kami menguatkan ekonomi masyarakat setempat,” ujarnya.

 

Menurutnya, lokasi pasar takjil tahun ini diperluas untuk mengantisipasi lonjakan pedagang dan pengunjung. Jika sebelumnya hanya terpusat di Jalan Kenanga, kini area dagang meluas hingga ruas jalan di dalam Alun-Alun sisi selatan.

 

Perluasan tersebut dinilai efektif menampung lebih banyak pelaku usaha dibandingkan tahun lalu. Sementara bagi pedagang yang belum memperoleh lapak utama, pemerintah menyediakan alternatif lokasi di halaman Pasar Legi dan Pasar Loak agar tetap bisa berjualan.

 

Tak hanya soal kuantitas, Pemkot Blitar juga menekankan aspek kualitas dan keamanan pangan. Para pedagang diminta menjual produk lokal yang aman dikonsumsi, tanpa bahan berbahaya, serta tetap menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Harga pun diimbau tetap terjangkau agar seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati sajian berbuka.

 

Pasar Takjil Ramadan ini dibuka setiap hari selama bulan Ramadan, mulai pukul 15.00 WIB hingga 18.00 WIB. Momentum menjelang azan magrib menjadi puncak keramaian, ketika pengunjung berbondong-bondong memilih menu favorit untuk berbuka puasa bersama keluarga.

 

Salah satu pengunjung, Nuraini (19), mengaku hampir setiap tahun datang ke pasar takjil tersebut. Ia menilai suasana dan ragam pilihan makanan menjadi daya tarik utama.

 

“Setiap Ramadan pasti ke sini. Pilihannya banyak, jadi bisa beli sesuai selera. Harganya juga masih ramah di kantong,” katanya.

 

Kehadiran Pasar Takjil Ramadan di Kota Blitar bukan sekadar ajang berburu kuliner, melainkan juga menjadi penggerak ekonomi kerakyatan. Perputaran uang yang terjadi setiap sore memberi harapan baru bagi para pelaku usaha kecil untuk meningkatkan pendapatan di tengah tantangan ekonomi.

 

Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi serta dukungan penuh pemerintah daerah, Pasar Takjil Ramadan 2026 di Kota Blitar diprediksi akan terus menjadi magnet tahunan yang memperkuat denyut ekonomi lokal sekaligus mempererat kebersamaan warga selama bulan suci.

 

 

 

SINTORA NEWS

Berani, Tajam, dan Akurat

 

(Redaksi)

Editor : Redaksi

Info Publik
Berita Populer
Berita Terbaru