Kandang Ayam Dua Lantai Berisi 25 Ribu Ekor Ambruk di Malang, Dua Pekerja Tewas dan Tiga Luka-Luka

Reporter : Redaksi

Malang, Sintora News – Sebuah kandang ayam dua lantai yang menampung sekitar 25.000 ekor ayam ambruk di Dusun Pijiombo, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Selasa (23/2/2026) pagi. Insiden tragis tersebut mengakibatkan dua pekerja meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka-luka.

 

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB saat lima orang pekerja tengah beraktivitas di dalam bangunan kandang. Tanpa tanda-tanda sebelumnya, struktur bangunan yang ditopang penyangga kayu tiba-tiba runtuh. Para pekerja tak sempat menyelamatkan diri dan tertimpa material bangunan yang ambruk seketika.

 

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kandang tersebut merupakan bangunan bertingkat yang digunakan untuk budidaya ayam dalam jumlah besar. Dugaan sementara, struktur penyangga yang terbuat dari kayu tidak mampu menopang beban sehingga menyebabkan bangunan roboh.

 

Dua korban meninggal dunia diketahui berinisial RH (24), warga Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, serta TR (20), warga Desa Kromengan, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Keduanya dilaporkan terjebak cukup lama di bawah reruntuhan sebelum akhirnya berhasil dievakuasi dalam kondisi tidak bernyawa.

 

Sementara itu, tiga pekerja lainnya berhasil diselamatkan meski mengalami luka-luka. Mereka adalah Y (35), YF (31), dan RTS (31), yang seluruhnya merupakan warga Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Ketiganya langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

 

Kasi Humas Polres Malang, Bambang Subinajar, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan penyebab pasti robohnya bangunan kandang ayam tersebut.

 

“Petugas langsung melakukan evakuasi terhadap para korban. Untuk korban selamat sudah dibawa ke puskesmas terdekat guna mendapatkan penanganan medis, sedangkan korban meninggal dunia dievakuasi untuk proses lebih lanjut,” ujarnya.

 

Hingga kini, garis polisi masih terpasang di sekitar lokasi kejadian. Aparat kepolisian bersama pihak terkait masih melakukan penyelidikan mendalam, termasuk memeriksa kondisi konstruksi bangunan serta meminta keterangan sejumlah saksi.

 

Peristiwa ini menjadi perhatian serius mengingat kandang tersebut menampung puluhan ribu ayam dan mempekerjakan sejumlah warga sekitar. Pemeriksaan teknis terhadap standar keamanan bangunan peternakan pun diperkirakan akan menjadi fokus dalam proses penyelidikan.

 

Kejadian tersebut menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Warga sekitar pun tampak berkerumun di lokasi untuk menyaksikan proses evakuasi dan penyelidikan yang dilakukan aparat.

 

(Sintora News)

 

Berani, Tajam, dan Akurat

 

( Redaksi )

Editor : Redaksi

Info Publik
Berita Populer
Berita Terbaru