SINTORA NEWS — Tajam dan Akurat
Aktivitas yang diduga sebagai pengambilan atau pemasangan kabel WiFi milik MyRepublic di wilayah Simokerto pada Selasa malam sekitar pukul 23.42 WIB menuai sorotan tajam dari warga dan awak media. Kegiatan tersebut dilakukan hingga larut malam, menggunakan mobil pickup, serta tanpa atribut atau seragam resmi yang menunjukkan identitas perusahaan.
Hingga saat ini, belum dapat dipastikan apakah aktivitas tersebut merupakan pengambilan kabel atau pemasangan jaringan baru. Namun, pelaksanaannya yang dilakukan di malam hari, tanpa papan proyek, tanpa identitas kerja, dan tanpa pengawasan terbuka, menimbulkan kecurigaan kuat di tengah masyarakat.
> “Kami tidak tahu ini pengambilan atau pemasangan. Yang jelas dilakukan malam hari dan tidak jelas izinnya,” ujar warga setempat.
Publik mempertanyakan alur perizinan resmi yang seharusnya ditempuh dalam setiap aktivitas jaringan utilitas kota, terlebih jika menyangkut fasilitas umum dan ruang publik. Pekerjaan jaringan semacam ini dinilai tidak bisa dilakukan secara diam-diam, apalagi di wilayah padat penduduk seperti Simokerto.
Sorotan pun mengarah kepada Pemerintah Kota dan Dinas Pekerjaan Umum, yang dinilai harus segera turun tangan untuk memastikan:
apakah kegiatan tersebut berizin atau tidak,
siapa pihak pelaksana sebenarnya,
serta apakah aktivitas tersebut sesuai aturan dan standar keselamatan.
Warga dan awak media mendesak agar pihak terkait segera menindaklanjuti temuan ini. Apabila tidak ada tindak lanjut atau klarifikasi resmi dalam waktu dekat, maka pihak pelapor menyatakan siap membawa persoalan ini ke jalur laporan resmi kepada instansi berwenang.
> “Kalau tidak ada penindakan, kami yang akan melapor. Ini menyangkut keterbukaan, aturan, dan ketertiban kota,” tegas warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak MyRepublic maupun instansi pemerintah terkait mengenai dugaan pengambilan atau pemasangan kabel WiFi tersebut.
(Redaksi)
Editor : Redaksi