SINTORA NEWS — Tajam dan Akurat
WASHINGTON, Amerika Serikat — Pemerintah Amerika Serikat mengambil langkah baru dalam kebijakan teknologi global dengan memberikan izin terbatas kepada Nvidia untuk mengekspor chip kecerdasan buatan (AI) tipe H200 ke sejumlah pelanggan tertentu di China.
Kebijakan tersebut diumumkan pada awal Desember 2025 oleh pemerintahan Presiden Donald J. Trump, sekaligus menandai perubahan pendekatan dari pembatasan ekspor ketat yang sebelumnya diberlakukan. Dalam skema baru ini, penjualan H200 dilakukan dengan ketentuan tambahan berupa kewajiban penyetoran sebagian pendapatan penjualan kepada pemerintah Amerika Serikat.
Chip H200 sendiri bukan merupakan produk tertinggi dalam lini prosesor AI Nvidia, namun memiliki kemampuan komputasi yang signifikan dan dipandang penting untuk mendukung pengembangan serta operasional aplikasi kecerdasan buatan berskala besar. Permintaan dari perusahaan teknologi China terhadap chip ini dilaporkan cukup tinggi, sehingga Nvidia mempertimbangkan penyesuaian kapasitas produksi.
Dari sisi Washington, kebijakan ini dinilai sebagai upaya menyeimbangkan kepentingan ekonomi dan strategi teknologi. Pemerintah AS berupaya tetap menjaga keunggulan inovasi, sekaligus memanfaatkan peluang pasar global yang besar di sektor AI.
Sementara itu, pemerintah China menyikapi kebijakan tersebut secara hati-hati. Presiden Xi Jinping disebut menyambut positif komunikasi bilateral yang terjalin, namun otoritas terkait di China masih memprioritaskan penguatan industri semikonduktor domestik dan menerapkan pembatasan penggunaan chip asing di sektor strategis.
Di tengah dinamika tersebut, perusahaan teknologi China ByteDance dilaporkan berencana meningkatkan investasi pada infrastruktur AI. Mengutip laporan media internasional, ByteDance menyiapkan anggaran hingga 100 miliar yuan pada 2026 untuk mendukung kebutuhan komputasi AI, termasuk pengadaan chip.
Selain pengadaan perangkat, ByteDance juga mempercepat pengembangan desain chip internal sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kemandirian teknologi.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa persaingan teknologi antara Amerika Serikat dan China terus berlanjut dalam pola yang semakin kompleks. Kedua negara kini menempuh pendekatan yang mengombinasikan kerja sama terbatas dengan upaya memperkuat kapasitas teknologi masing-masing.
SINTORA NEWS
Tajam • Akurat • Berimbang
(Redaksi)
Editor : Redaksi