Sosok Kasat Rutan Medaeng Pertama, “Kacong” yang Supel, Humanis, namun Tegas Menjaga Marwah Pembinaan

SIDOARJO | SINTORA NEWS – Selasa, 21 Januari 2026, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medaeng menorehkan catatan tersendiri di bawah kepemimpinan Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Kasat Rutan) pertamanya, sosok yang akrab disapa “Kacong”. Figur ini dikenal luas sebagai pribadi yang ramah, supel, dan mudah ditemui oleh siapa pun, baik petugas maupun warga binaan, selama jam dinas.

 

Berdasarkan pantauan dan hasil wawancara awak media SINTORA NEWS yang secara langsung menemui Kasat Rutan Medaeng pertama, sosok Kacong terlihat memiliki gaya kepemimpinan yang terbuka dan komunikatif. Ia menyambut awak media dengan sikap ramah, tanpa sekat, mencerminkan karakter pemimpin yang tidak berjarak dan siap menerima masukan maupun pengaduan.

 

Sejak dipercaya mengemban amanah sebagai Kasat Rutan Medaeng, Kacong menunjukkan pendekatan kepemimpinan yang berbeda. Ia tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan secara struktural, tetapi juga hadir langsung di tengah warga binaan. Turun ke blok hunian, menyapa, memberikan arahan, serta mengingatkan aturan menjadi rutinitas yang ia lakukan.

 

Menurut pengamatan awak media, kehadiran langsung Kasat Rutan ke tengah warga binaan memberikan rasa nyaman sekaligus wibawa tersendiri. Warga binaan terlihat lebih tertib dan memahami batasan, karena aturan disampaikan secara jelas dan konsisten, tanpa intimidasi, namun tetap tegas.

 

Dalam kesehariannya, Kacong dikenal sebagai pejabat yang mudah ditemui dan terbuka menerima pengaduan. Baik dari internal petugas maupun warga binaan, setiap keluhan diterima dengan sikap tenang dan solutif. Hal ini dinilai mampu menciptakan suasana Rutan Medaeng yang lebih kondusif, aman, dan terkendali.

 

Meski dikenal ramah dan “Rama” dalam bertutur kata, Kacong tetap menegaskan bahwa aturan adalah harga mati. Ia tidak segan-segan menindak tegas setiap pelanggaran yang terjadi di dalam rutan. Semua ketentuan yang telah dicantumkan dan disosialisasikan wajib dipatuhi tanpa pengecualian.

 

“Kami selalu mengingatkan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan di dalam rutan. Kalau tidak melanggar aturan, jalani pembinaan dengan baik. Nanti saat keluar, pulanglah ke kampung dengan pribadi yang lebih baik dari pekerjaan atau perbuatan yang pernah dilakukan sebelumnya,” tegasnya, sebagaimana dicatat awak media.

 

Pesan tersebut mencerminkan komitmen kuat Kasat Rutan Medaeng dalam menjadikan rutan sebagai tempat pembinaan mental dan karakter, bukan sekadar tempat menjalani hukuman. Ia berharap setiap warga binaan mampu berubah dan kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab.

 

Kepemimpinan Kasat Rutan Medaeng pertama ini dinilai berhasil memadukan ketegasan hukum dengan pendekatan humanis. Sosoknya yang supel, mudah ditemui, serta konsisten dalam penegakan aturan, menjadi teladan bagi jajaran pengamanan rutan dan menghadirkan rasa keadilan bagi warga binaan.

 

Dengan gaya kepemimpinan tersebut, Rutan Medaeng terus bergerak menjaga stabilitas keamanan sekaligus menguatkan fungsi pembinaan, sejalan dengan semangat pemasyarakatan yang bermartabat, berintegritas, dan berkeadilan.

 

 

 

 

SINTORA NEWS

Tajam dan Akurat

 

( Redaksi)

Editor : Redaksi

Berita Terbaru