Nasabah Bank Kehilangan Rp130 Juta, Aksi Pecah Kaca Mobil Terjadi di Jalan Raya Arjasa Situbondo

SITUBONDO – Aksi kejahatan dengan modus pecah kaca mobil kembali menghantui masyarakat. Kali ini, peristiwa pencurian menyasar seorang nasabah bank di wilayah Jalan Raya Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Dalam kejadian tersebut, uang tunai ratusan juta rupiah raib digondol pelaku.

 

Korban diketahui bernama H. Ahmad Abdullah, warga Dusun Sukorejo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih. Uang tunai sebesar Rp130 juta yang baru saja diambil dari bank dilaporkan hilang setelah mobil korban menjadi sasaran pelaku kejahatan.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat korban selesai melakukan transaksi penarikan uang di bank dan melanjutkan perjalanan pulang menggunakan mobil Toyota Ribbon. Namun di tengah perjalanan, korban berhenti sejenak di sebuah warung penjual buah siwalan atau legen yang berada di pinggir Jalan Raya Arjasa.

 

Saat korban sedang duduk dan memesan minuman, tiba-tiba alarm mobilnya berbunyi. Merasa curiga, korban langsung bergegas menuju kendaraannya. Betapa terkejutnya korban saat mendapati kaca mobil telah pecah dan tas berisi uang tunai sudah tidak ada di dalam kendaraan.

 

Korban sempat melihat dua orang pelaku yang diduga terlibat dalam aksi pencurian tersebut. Namun, pelaku bergerak sangat cepat sehingga korban tidak sempat melakukan pengejaran. Seluruh kejadian diperkirakan berlangsung singkat, hanya dalam hitungan menit.

 

Menanggapi laporan tersebut, Polres Situbondo segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan sejumlah bukti dan keterangan saksi.

 

Kasi Humas Polres Situbondo, Ipda Slamet Juwono, membenarkan adanya laporan pencurian uang milik nasabah bank tersebut. Ia menjelaskan bahwa modus yang digunakan pelaku adalah memanfaatkan kelengahan korban saat meninggalkan mobil dalam kondisi tidak diawasi.

 

“Peristiwa pencurian berlangsung sangat cepat, kurang lebih sekitar 10 menit. Pelaku memecahkan kaca mobil dan membawa kabur tas yang berisi uang milik korban,” ujar Ipda Slamet.

 

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk menelusuri kemungkinan pelaku yang telah mengintai korban sejak dari bank. Polisi juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama saat membawa uang dalam jumlah besar.

 

Kasus ini menambah daftar panjang kejahatan jalanan dengan modus pecah kaca mobil yang kerap terjadi di wilayah Jawa Timur, dan menjadi peringatan serius bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

 

 

 

 

Sintora News

Tajam dan Akurat

 

 

(Redaksi)

Editor : Redaksi

Berita Terbaru