Tak Pandang Korban, Jambret Surabaya Akui Ibu Bonceng Balita Jadi Target

SURABAYA – Pelaku penjambretan yang sempat viral di media sosial akhirnya angkat bicara. BW (29), pelaku yang beraksi di Jalan Tambak Mayor, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya, mengakui perbuatannya dilakukan secara sadar dan terencana bersama kelompoknya.

 

Di hadapan penyidik Polsek Sukomanunggal, BW mengungkap fakta mencengangkan. Ia mengaku tidak memiliki rasa iba dalam memilih korban. Bahkan perempuan yang mengendarai sepeda motor sambil membonceng anak kecil tetap menjadi sasaran utama.

 

Pengakuan tersebut disampaikan BW saat menjalani pemeriksaan yang dipimpin langsung Kapolsek Sukomanunggal, Kompol M Akhyar, pada Sabtu (31/1/2026).

 

Wanita Dijadikan Target Utama

 

BW menyebut, kelompoknya secara khusus mengincar pengendara wanita karena dinilai lebih mudah dilumpuhkan saat beraksi di jalanan.

 

Menurutnya, faktor fisik dan situasi psikologis korban menjadi pertimbangan utama. Terlebih jika korban membawa anak, pelaku yakin korban tidak akan berani melawan.

 

> “Kami memang incar perempuan. Mau dia bonceng anak atau tidak, tetap jadi target. Pokoknya kalau perempuan, kami kejar,” ungkap BW kepada penyidik.

 

 

 

Bersenjata Parang, Teror Korban dan Warga

 

Tak hanya mengandalkan kecepatan, para pelaku juga membekali diri dengan senjata tajam. BW mengaku selalu membawa sebilah parang sepanjang sekitar 40 sentimeter saat beraksi.

 

Senjata tersebut bukan hanya untuk menakuti korban, tetapi juga digunakan sebagai alat intimidasi terhadap warga yang mencoba mengejar atau menggagalkan aksi penjambretan.

 

Aksi kejahatan dilakukan dengan cepat. Kalung atau gelang yang dikenakan korban langsung ditarik paksa, lalu pelaku kabur meninggalkan lokasi.

 

Hasil Kejahatan Dibagi Rata

 

Dari satu kali aksi, kelompok BW bisa mengantongi hasil cukup besar. Perhiasan hasil jambretan kemudian dijual dan uangnya dibagi rata antar anggota.

 

“Kalau satu kali berhasil, masing-masing dapat sekitar lima ratus sampai tujuh ratus ribu rupiah,” kata BW.

 

Surabaya Barat Jadi Wilayah Operasi

 

BW juga mengakui bahwa kelompoknya kerap beraksi di wilayah Surabaya Barat. Sejumlah ruas jalan yang dianggap sepi dan minim pengawasan menjadi lokasi favorit.

 

Beberapa kawasan yang sering dijadikan tempat beraksi antara lain Jalan Tambak Mayor hingga Jalan Darmo Satelit Utara.

 

Pihak kepolisian menegaskan akan terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain serta jaringan penadah hasil kejahatan.

 

 

 

 

SINTORA NEWS

Tajam dan Akurat

 

( Redaksi)

Editor : Redaksi

Berita Terbaru