Polisi Bukan Sekadar Menindak: Kompol Didik Bangun Tambaksari Aman dan Nyaman

SURABAYA – Baru kurang lebih dua bulan menjabat sebagai Kapolsek Tambaksari, Kompol Didik Tri Wahyudi langsung menunjukkan karakter kepemimpinan yang tegas, humanis, dan penuh kepedulian sosial. Sosok perwira menengah Polri ini bukan hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga pelindung dan pengayom masyarakat yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.

 

Sebelum menjabat di Tambaksari, Kompol Didik dikenal luas sebagai Kapolsek Simokerto yang dekat dengan masyarakat. Kepeduliannya terhadap warga kecil menjadi catatan tersendiri, khususnya kepada keluarga penyandang disabilitas permanen di Rusun Sumbo. Bantuan beras dan kebutuhan pokok kerap diberikan tanpa publikasi, murni karena dorongan kemanusiaan.

 

Aksi sosial “Jumat Berkah” menjadi rutinitas yang melekat pada dirinya. Setiap Jumat, Kompol Didik turun langsung membagikan sebungkus nasi kepada warga kurang mampu.

 

“Rezeki yang kita miliki, sebagian harus kita sisihkan untuk masyarakat yang membutuhkan,” ucap Kompol Didik Tri Wahyudi.

 

Tak hanya dalam kegiatan sosial, Kompol Didik juga meninggalkan warisan nyata saat menjabat di Simokerto, salah satunya terbentuknya POSKO atau Kampung Pancasila di Sidonipah 8, RW 02, Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto, yang menjadi pusat kebersamaan warga dan penguatan nilai kebangsaan.

 

Perpindahan tugasnya ke Polsek Tambaksari membuat warga Sidonipah merasa kehilangan. Seorang sesepuh kampung Sidonipah yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kesan mendalam.

 

> “Kami sangat kehilangan Pak Didik. Beliau orangnya supel, gampang diajak bicara, dan tidak pernah memandang jabatan. Walaupun Kapolsek, tetap membaur dengan warga,” ujarnya.

 

 

 

Menurut warga, kesan awal Kompol Didik memang terlihat tegas dan keras dari raut wajah serta tutur katanya. Namun seiring waktu, sosoknya justru dikenal sebagai pribadi yang dermawan dan berjiwa sosial tinggi.

 

Kini menjabat sebagai Kapolsek Tambaksari, Kompol Didik kembali membuktikan komitmennya. Dalam pelayanan hukum dan penanganan laporan masyarakat, ia menekankan pendekatan humanis, tegas, namun tetap nyaman bagi warga. Setiap laporan ditangani dengan cepat, terbuka, dan tanpa diskriminasi.

 

Selain itu, Kompol Didik aktif memberikan imbauan tegas kepada masyarakat, khususnya kalangan remaja, untuk menjauhi aksi tawuran dan tindak kriminal. Upaya pencegahan diperkuat dengan patroli rutin di titik-titik rawan kejahatan dan tawuran, terutama pada malam hari dan jam-jam rawan.

 

Hasilnya mulai dirasakan langsung oleh warga Tambaksari. Lingkungan dinilai lebih aman, nyaman, dan kondusif. Keberadaan polisi tidak lagi menimbulkan jarak, melainkan rasa tenang dan kepercayaan.

 

> “Insyaallah, meskipun saya bertugas di Polsek Tambaksari, jiwa dan hati saya tetap untuk masyarakat. Membantu warga yang membutuhkan sudah melekat dalam diri saya,” tutur Kompol Didik.

 

 

 

Dikenal tegas namun bijak, Kompol Didik juga dinilai tidak tebang pilih dalam menjalankan tugas. Penegakan hukum berjalan lurus, sementara pendekatan kemanusiaan tetap dikedepankan.

 

Bagi warga Simokerto, ia adalah sosok yang dirindukan. Bagi warga Tambaksari, Kompol Didik Tri Wahyudi adalah harapan baru—seorang pemimpin yang membuktikan bahwa polisi hadir bukan hanya dengan seragam, tetapi juga dengan hati.

 

 

 

Sintora News

Tajam dan Akurat

Minggu, 8 Februari 2026

 

 

( Redaksi)

Editor : Redaksi

Berita Terbaru