SURABAYA — Aksi kejahatan jalanan kembali menebar teror di Kota Pahlawan. Kawanan begal bersenjata tajam kembali beraksi di wilayah Surabaya Timur, kali ini dengan modus brutal: mengalungkan celurit ke leher korban di jalanan sepi pada malam hari.
Peristiwa mencekam tersebut dialami seorang pengendara sepeda motor bernama Krisna, yang juga merupakan pendengar setia Radio Suara Surabaya. Insiden terjadi pada Senin malam (9/2/2026) sekitar pukul 23.00 WIB, saat korban melintas di kawasan Jalan Ir. Soekarno (MERR).
Menurut pengakuan korban, sejak melaju di jalur tersebut ia sudah merasa tidak aman karena dibuntuti tiga sepeda motor yang ditunggangi sekelompok orang. Kecurigaan itu terbukti ketika tiba di ruas jalan dekat McDonald’s Kenjeran hingga sekitar RSIA, korban mendadak dipepet dan dipaksa berhenti.
Dalam hitungan detik, situasi berubah menjadi mimpi buruk. Salah satu pelaku langsung mengalungkan celurit ke leher korban, membuatnya tak berkutik. Di saat bersamaan, pelaku lain dengan cepat membuka tas korban dan menguras isi dompet. Tak cukup sampai di situ, sepeda motor dan STNK milik korban turut dirampas, lalu dibawa kabur ke arah Kenpark–Kenjeran.
Korban mengaku tidak mampu berteriak ataupun melawan. Ancaman senjata tajam yang sudah menempel di leher membuatnya lumpuh oleh rasa takut. Seluruh rangkaian kejadian berlangsung sangat cepat, diperkirakan tak sampai dua menit.
Dari keterangan korban, total terdapat enam pelaku dalam aksi tersebut. Mereka terbagi peran: tiga orang sebagai pengendara motor dan tiga lainnya bertugas mengeksekusi perampasan. Para pelaku diketahui menggunakan sepeda motor Scoopy putih, PCX hitam, dan Mio J merah. Hanya satu pelaku yang mengenakan helm, sementara sisanya menutupi kepala dengan hoodie, diduga untuk menghindari identifikasi.
Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Mulyorejo dan langsung ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi menyebut, lokasi tersebut bukan kali pertama menjadi sasaran begal. Aksi serupa juga pernah terjadi pada Januari 2026, menandakan kawasan ini rawan kejahatan malam hari.
Di sekitar lokasi kejadian diketahui terdapat kamera CCTV milik Dinas Perhubungan (Dishub). Rekaman kamera tersebut kini diharapkan menjadi petunjuk penting untuk mengungkap identitas dan pergerakan para pelaku.
Rentetan kejadian ini kembali memicu kekhawatiran masyarakat, khususnya para pengendara yang kerap melintas di jalur MERR pada malam hari. Warga berharap aparat kepolisian meningkatkan patroli dan pengamanan, agar teror begal tidak terus berulang dan menelan korban berikutnya.
SINTORA NEWS
Berani, Tajam, dan Akurat
(Redaksi )
Editor : Redaksi