SURABAYA — Komitmen mewujudkan lingkungan yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) kembali ditunjukkan melalui aksi nyata di lapangan. Koramil 0830/07 Simokerto bersama Kelurahan Simokerto, Kecamatan Simokerto, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), unsur RT/RW, serta masyarakat setempat menggelar Karya Bakti (Karbak) pembersihan lingkungan, Sabtu.
Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari program nasional ASRI yang dicanangkan pemerintah pusat, dengan fokus pada pencegahan banjir, peningkatan kualitas lingkungan, serta penguatan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan bersama.
Karya bakti dipusatkan di depan SMK PGRI 10 Surabaya, tepatnya di Jalan Simolawang Baru Nomor 59, Kelurahan Simokerto, Kecamatan Simokerto. Lokasi ini menjadi perhatian karena merupakan kawasan padat aktivitas warga dan jalur aliran air yang memiliki screen pintu air (saringan) yang rawan tersumbat oleh sampah dan endapan lumpur.
Sejak pagi hari, personel TNI Koramil 0830/07 Simokerto tampak turun langsung ke lapangan, bergabung dengan aparatur kelurahan dan kecamatan, petugas DLH, serta warga sekitar. Mereka bahu-membahu membersihkan sampah, mengeruk lumpur di saringan pintu air, serta menata fasilitas umum (fasum) di sekitar lingkungan Yayasan Simokerto.
Danramil 0830/07 Simokerto menegaskan bahwa karya bakti ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk kepedulian nyata TNI bersama pemerintah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
> “Lingkungan bersih adalah tanggung jawab bersama. Melalui karya bakti ini, kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersihan dan mencegah permasalahan lingkungan sejak dini,” ujarnya.
Pihak Kelurahan dan Kecamatan Simokerto mengapresiasi sinergi lintas sektor yang terbangun dalam kegiatan tersebut. Menurut mereka, keberhasilan program ASRI sangat bergantung pada kolaborasi antara aparat, instansi terkait, dan partisipasi aktif warga.
Sementara itu, petugas DLH Kota Surabaya menyampaikan bahwa pembersihan screen pintu air memiliki peran strategis dalam menjaga kelancaran sistem drainase, khususnya di wilayah perkotaan yang padat penduduk seperti Simokerto. Langkah ini dinilai efektif sebagai upaya preventif untuk mengurangi risiko genangan dan banjir saat musim hujan.
Partisipasi warga juga menjadi sorotan utama dalam kegiatan ini. Dengan peralatan sederhana, warga turut membersihkan area sekitar, mengumpulkan sampah ke dalam karung, dan memastikan lingkungan sekolah serta fasilitas umum kembali bersih dan tertata.
Pasca karya bakti, kawasan depan SMK PGRI 10 terlihat lebih bersih, aliran air kembali lancar, dan fasum dapat dimanfaatkan dengan lebih nyaman. Kegiatan ini diharapkan menjadi contoh nyata sekaligus pemicu kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan karya bakti ini, Koramil 0830/07 Simokerto kembali menegaskan peran TNI sebagai garda terdepan dalam pembinaan wilayah, tidak hanya di bidang pertahanan dan keamanan, tetapi juga dalam mendorong kepedulian sosial serta kelestarian lingkungan hidup.
SINTORA NEWS
Berani • Tajam • Akurat
( Redaksi)
Editor : Redaksi