SINTORA NEWS – Berani, Tajam, dan Akurat
Surabaya – Aksi penjambretan yang terjadi di Surabaya berakhir dengan kejadian tak biasa. Seorang pelaku yang terdesak warga justru meminta bantuan aparat kepolisian untuk menyelamatkan dirinya dari amukan massa.
Peristiwa ini menjadi perhatian publik setelah diungkap Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan melalui akun Instagram pribadinya, Sabtu (14/2/2026).
Berdasarkan keterangan awal, pelaku merupakan bagian dari sindikat jambret yang terdiri dari empat orang. Mereka diketahui kerap menyasar perempuan sebagai target, dengan pola kerja terorganisir. Setiap anggota memiliki peran masing-masing guna memperlancar aksi sekaligus mengantisipasi perlawanan korban.
Dari hasil pemeriksaan sementara, komplotan tersebut telah tiga kali melakukan aksi serupa. Namun percobaan terakhir tidak berjalan sesuai rencana. Warga yang memergoki kejadian langsung melakukan pengejaran.
Tiga pelaku berhasil melarikan diri, sementara satu lainnya terjebak di gang sempit yang tidak memiliki akses keluar. Situasi memanas ketika warga terus berdatangan dan mengepung lokasi.
Dalam kondisi panik dan terpojok, pelaku mendatangi sepasang suami istri yang berada di ujung gang. Ia memohon agar keduanya menghubungi layanan darurat kepolisian 110 supaya dirinya segera diamankan.
Pelaku mengaku lebih memilih ditangkap polisi daripada menghadapi risiko menjadi sasaran amuk warga. Tak lama berselang, petugas datang dan langsung mengamankan pelaku dari lokasi.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya penyelesaian tindak pidana melalui jalur hukum. Aparat mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan penanganan kasus kepada pihak berwenang, tanpa melakukan tindakan main hakim sendiri.
Saat ini, kepolisian masih melakukan pendalaman dan memburu tiga pelaku lain yang berhasil kabur. Proses hukum terus berjalan guna mengungkap jaringan serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
SINTORA NEWS
Berani, Tajam, dan Akurat
( Redaksi)
Editor : Redaksi