MALING MOTOR BERAKSI SAAT MAGRIB DI PONDOK PESANTREN, BABAK BELUR DIHAJAR MASSA DI PACAR KEMBANG

Surabaya – Aksi pencurian kendaraan bermotor kembali meresahkan. Kali ini, pelaku nekat menyasar lingkungan pondok pesantren saat para santri tengah menunaikan salat magrib berjamaah. Seorang pria berinisial YA (22), warga Sawah Pulo Kulon, Ujung Semampir, tak berkutik setelah tertangkap warga dan menjadi sasaran amukan massa di kawasan Jalan Pacar Kembang, Selasa (17/2/2026) malam.

 

Peristiwa bermula sekitar pukul 18.20 WIB di area parkir Pondok Pesantren Miftachussunnah, Jalan Kedung Tarukan, Surabaya. Sepeda motor Honda Vario milik Ustaz Faisol diparkir di depan aula pondok saat para santri dan pengasuh menjalankan ibadah salat magrib.

 

Usai salat, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan wirid. Dalam suasana yang relatif lengang itulah pelaku diduga memanfaatkan kesempatan untuk melancarkan aksinya.

 

Salah satu santri, Hidayat Jati (20), menuturkan bahwa kecurigaan muncul saat beberapa santri keluar area aula dan mendapati motor milik pengasuh sudah dalam posisi dibawa seseorang tak dikenal.

 

“Begitu tahu motor dibawa orang, kami langsung teriak maling dan melakukan pengejaran,” ujarnya.

 

Pelaku yang berperan sebagai eksekutor sempat melarikan diri menuju arah Jalan Pacar Kembang. Namun upaya kabur tersebut gagal setelah sejumlah santri dan warga sekitar berhasil mengepungnya. Emosi warga yang tersulut membuat pelaku sempat menjadi bulan-bulanan sebelum akhirnya diamankan.

 

Dari hasil pemeriksaan awal, tersangka mengaku tidak beraksi seorang diri. Ia menyebut ada satu rekannya yang bertugas mengendarai motor sarana dan hingga kini masih dalam pengejaran aparat. Polisi juga menemukan kondisi rumah kontak motor korban dalam keadaan rusak, diduga akibat percobaan pembobolan.

 

Kanit Reskrim Polsek Tambaksari, AKP Sukram, membenarkan penangkapan tersebut. Pihak kepolisian turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya kunci T, mata kunci T, kunci motor, serta satu unit Honda Vario milik korban.

 

“Pelaku sudah kami amankan untuk proses hukum lebih lanjut. Satu rekan lainnya masih dalam pengembangan,” tegasnya.

 

Kasus ini menjadi pengingat bahwa pelaku curanmor tak lagi memandang lokasi, bahkan tempat ibadah sekalipun bisa menjadi target. Warga berharap aparat kepolisian dapat mengusut tuntas jaringan pelaku dan meningkatkan patroli di kawasan rawan.

 

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap waspada, menggunakan kunci ganda, serta segera melapor apabila melihat aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.

 

 

Sintora News | Berani, Tajam, dan Akurat

 

( Zainal .A)

Editor : Redaksi

Berita Terbaru