OTT JELANG RAMADAN! ANGGOTA DPRD MUARA ENIM & ANAK DITANGKAP, RP1,6 M DUGAAN SUAP PROYEK IRIGASI MENGALIR KE MOBIL MEWAH

SINTORA NEWS — Berani, Tajam, dan Akurat

 

Palembang – Awal Ramadan berubah menjadi petaka bagi seorang anggota DPRD Muara Enim berinisial KT. Ia bersama putranya, RA, harus menjalani puasa pertama di balik jeruji besi setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan pada Rabu (18/2/2026).

 

Keduanya diduga menerima aliran dana sekitar Rp1,6 miliar dari pihak pengusaha atau rekanan proyek. Uang tersebut diduga kuat berkaitan dengan pencairan uang muka proyek Pengembangan Jaringan Irigasi Ataran Air Lemutu pada Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim.

 

Proyek Mandek, Uang Diduga Mengalir

 

Informasi yang dihimpun menyebutkan, proyek dengan nilai kontrak sekitar Rp7 miliar itu justru tidak berjalan sebagaimana mestinya. Dugaan sementara, pencairan dana lebih dulu terjadi sebelum progres pekerjaan berjalan optimal.

 

Ironisnya, dari hasil pemeriksaan sementara terhadap 10 saksi, dana Rp1,6 miliar tersebut diduga digunakan untuk membeli satu unit mobil mewah.

 

Alphard Putih Disita

 

Dalam rangkaian OTT, penyidik tidak hanya mengamankan KT dan RA. Tim juga melakukan penggeledahan di tiga lokasi berbeda di wilayah Muara Enim.

 

Dua rumah milik KT yang berada di Perumahan Hunian Sederhana Greencity Blok Q5 dan Q6 Desa Muara Lawai turut digeledah. Satu lokasi lainnya adalah rumah milik saksi berinisial MH di kawasan Jalan Pramuka 4, Kelurahan Pasar II, Kecamatan Muara Enim.

 

Dari penggeledahan tersebut, penyidik menyita satu unit mobil mewah jenis Toyota Alphard warna putih dengan nomor polisi B-2451-KYR. Selain itu, turut diamankan sejumlah dokumen penting, telepon genggam, serta berbagai surat yang diduga berkaitan dengan perkara.

 

Pemeriksaan Berlanjut

 

Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa sedikitnya 10 orang saksi dan masih terus melakukan pendalaman. Tidak menutup kemungkinan akan ada pihak lain yang ikut terseret dalam pusaran kasus ini.

 

Kasus ini kembali menjadi sorotan tajam publik. Di tengah harapan masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur yang transparan dan berpihak pada kepentingan rakyat, dugaan praktik suap justru mencederai kepercayaan tersebut.

 

SINTORA NEWS akan terus mengawal perkembangan perkara ini.

 

Berani mengungkap. Tajam mengulas. Akurat menyampaikan.

 

( Redaksi)

Editor : Redaksi

Berita Terbaru