Dua Pria Bertopeng Lempar Sabu dan Ponsel ke Lapas Porong, Aksi Terekam CCTV

SINTORA NEWS – Upaya penyelundupan narkotika ke dalam lembaga pemasyarakatan kembali terbongkar. Petugas Lapas Kelas I Surabaya di Porong, Sidoarjo, menggagalkan masuknya paket berisi sabu dan telepon genggam yang diduga dilempar dari luar tembok lapas, Rabu sore (18/2).

 

Aksi tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) dan mengarah pada dua pria bertopeng yang gerak-geriknya mencurigakan di sekitar area rumah dinas petugas.

 

Paket Mencurigakan Ditemukan di Area Kebun

 

Petugas yang melakukan patroli rutin mendapati sebuah bungkusan terbalut lakban hitam tergeletak di area kebun belakang blok hunian warga binaan. Setelah diamankan dan dibuka bersama aparat penegak hukum, isi paket membuat petugas terkejut.

 

Di dalamnya terdapat lima paket kecil berisi kristal putih yang diduga sabu, dua unit ponsel, serta satu charger. Barang-barang tersebut diduga kuat akan digunakan oleh narapidana untuk mendukung aktivitas ilegal di dalam lapas.

 

Temuan ini langsung memicu penyelidikan internal dan koordinasi dengan pihak kepolisian.

 

CCTV Ungkap Identitas Pelaku

 

Dari hasil penelusuran rekaman CCTV, terlihat dua pria mengenakan penutup wajah berada di titik yang diduga menjadi lokasi pelemparan paket. Setelah dilakukan pengembangan, petugas berhasil mengidentifikasi dan menangkap dua terduga pelaku berinisial MNH dan P di kediaman masing-masing.

 

Saat penggeledahan, aparat menemukan alat isap sabu serta sisa kristal putih yang diduga narkotika. Keduanya kini telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

 

Libatkan Warga Binaan?

 

Tak hanya pelaku dari luar lapas, kasus ini juga diduga melibatkan sejumlah warga binaan. Aparat masih mendalami kemungkinan adanya jaringan yang mengatur masuknya barang terlarang tersebut dari dalam.

 

Pihak lapas menegaskan akan bersikap tegas terhadap siapa pun yang terbukti terlibat, baik dari luar maupun dari dalam lembaga pemasyarakatan.

 

Komitmen Perketat Pengawasan

 

Kepala Lapas menegaskan komitmennya untuk menutup segala celah penyelundupan narkoba dan ponsel ilegal. Pengawasan diperketat, termasuk peningkatan patroli, evaluasi titik rawan, serta optimalisasi fungsi CCTV.

 

“Tidak ada toleransi bagi peredaran narkoba di dalam lapas. Kami akan terus memperkuat pengamanan dan bekerja sama dengan aparat penegak hukum,” tegasnya.

 

Kasus ini kembali menjadi peringatan bahwa peredaran narkotika masih berupaya menyusup hingga ke balik jeruji besi. Publik berharap langkah tegas dan konsisten dapat memutus mata rantai jaringan narkoba, dari luar hingga ke dalam lembaga pemasyarakatan.

 

 

 

SINTORA NEWS

Berani, Tajam, dan Akurat

 

( Redaksi)

Editor : Redaksi

Berita Terbaru