BIADAB! Santri 12 Tahun Asal Bojongsari Tewas Disiksa Ibu Tiri, Dipaksa Makan Cabai hingga Disiram Air Panas

SUKABUMI – Duka mendalam menyelimuti Bojongsari, Kabupaten Sukabumi. Seorang santri berusia 12 tahun bernama Nizam meregang nyawa setelah diduga mengalami penyiksaan keji oleh ibu tirinya sendiri. Bocah yang seharusnya menimba ilmu di pesantren itu justru menghadapi mimpi buruk di rumah yang semestinya menjadi tempat paling aman baginya.

 

Tragedi memilukan ini terjadi di wilayah Bojongsari, Sukabumi. Pada Kamis, 19 Februari 2026, Nizam menghembuskan napas terakhirnya setelah sebelumnya sempat mendapatkan perawatan akibat luka-luka serius di sekujur tubuhnya.

 

Tubuh Kecil yang Jadi Saksi Kekejaman

 

Dari informasi yang dihimpun, tubuh mungil Nizam penuh luka lebam. Ia diduga menjadi korban kekerasan fisik berulang menggunakan benda tumpul. Namun, dugaan penyiksaan tak berhenti di situ.

 

Dalam kondisi lemah sebelum meninggal dunia, Nizam sempat berbisik menceritakan siksaan yang dialaminya. Dengan suara lirih dan tubuh yang tak lagi berdaya, ia mengungkap perlakuan tak manusiawi yang diterimanya.

 

Ia mengaku dipaksa memakan cabai dalam jumlah banyak dan disuruh menelan air panas. Bahkan, air panas itu disebut-sebut mengenai wajah dan hidungnya hingga membuatnya kesakitan luar biasa.

 

Dalam percakapan yang terekam saat ia masih sadar, Nizam menjawab pertanyaan dengan terbata-bata:

 

> “Disuruh makan cabe, disuruh minum air panas… Disiram… cabe terus air panas kena ke hidung…”

 

 

 

Saat ditanya siapa yang melakukan perbuatan tersebut, Nizam dengan lemah menyebut, “Mama…”

 

Jawaban singkat itu menjadi penegas dugaan bahwa pelaku kekerasan adalah ibu tirinya sendiri.

 

Ayah Tak Kuasa Menahan Amarah

 

Suasana di rumah sakit memanas ketika ayah kandung Nizam mengetahui kondisi anaknya. Dengan suara bergetar menahan tangis dan amarah, ia meluapkan emosinya.

 

“Itu anak saya! Darah daging saya! Tega kamu apakan dia sampai hancur begini?!” teriak sang ayah kepada istrinya.

 

Tangis dan kemarahan bercampur menjadi satu. Seorang ayah yang tak menyangka buah hatinya harus meregang nyawa dalam kondisi mengenaskan di tangan orang yang seharusnya melindungi.

 

Ibu Tiri Diamankan

 

Pihak kepolisian telah mengamankan ibu tiri Nizam untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Proses hukum tengah berjalan guna mengungkap secara terang benderang kronologi serta motif di balik dugaan penyiksaan tersebut.

 

Kasus ini kembali menjadi tamparan keras bagi perlindungan anak di negeri ini. Kekerasan dalam rumah tangga, terutama terhadap anak, adalah kejahatan berat yang tidak dapat ditoleransi.

 

Anak adalah amanah, bukan sasaran amarah.

 

Luka yang Tak Akan Hilang

 

Kepergian Nizam meninggalkan duka yang sangat dalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat sekitar. Bocah yang seharusnya tumbuh ceria, belajar, dan merajut masa depan, justru harus menutup usia dalam penderitaan.

 

Kini, yang tersisa hanyalah kenangan dan pertanyaan besar: bagaimana mungkin kekejaman semacam ini terjadi di dalam rumah sendiri?

 

Semoga proses hukum berjalan tegas dan adil. Dan semoga tidak ada lagi Nizam-Nizam lain yang menjadi korban kebrutalan orang dewasa yang kehilangan nurani.

 

Selamat jalan, Nizam. Semoga tenang di tempat terbaik, jauh dari rasa sakit dan luka.

 

 

 

Sintora News – Berani, Tajam, dan Akurat

 

(Redaksi)

Editor : Redaksi

Berita Terbaru