SINTORA NEWS – Peristiwa tragis terjadi di Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Seorang pria berinisial EPH (27) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya sendiri pada Senin (23/2/2026).
Korban diduga nekat mengakhiri hidupnya setelah terlibat pertengkaran dengan sang istri yang memutuskan untuk tetap memperpanjang kontrak kerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Hong Kong.
Kapolsek Kebomas, Kompol Gatot Setyo Budi, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, peristiwa itu pertama kali diketahui oleh seorang saksi bernama Nur Fadilah, yang mendapat telepon dari istri korban.
Dari keterangan yang dihimpun polisi, sebelum kejadian korban dan istrinya terlibat cekcok melalui sambungan telepon. Perselisihan dipicu keputusan sang istri untuk kembali bekerja di luar negeri dengan memperpanjang masa kontraknya.
“Korban sempat menyampaikan ancaman kepada istrinya bahwa dirinya tidak akan bertahan jika sang istri tetap tidak pulang,” ujar Kompol Gatot kepada wartawan.
Merasa khawatir dengan kondisi suaminya, istri korban kemudian meminta bantuan saksi untuk memeriksa keadaan korban di rumah.
Saat saksi tiba di lokasi, pintu depan rumah sudah dalam kondisi terbuka sebagian. Ketika masuk ke dalam, saksi mendapati korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa di dalam kamar, dengan kondisi leher terlilit kain sarung.
Sontak saksi terkejut dan segera meminta pertolongan warga sekitar. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Kebomas.
Petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan sejumlah keterangan dari saksi maupun pihak keluarga. Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk proses lebih lanjut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan keluarga, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain di tubuh korban. Dugaan sementara, korban mengalami tekanan emosional akibat persoalan rumah tangga.
Peristiwa ini terjadi di tengah bulan Ramadan, menambah duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih peka terhadap kondisi psikologis anggota keluarga, terutama ketika menghadapi persoalan berat.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya komunikasi yang sehat dalam rumah tangga serta dukungan emosional bagi anggota keluarga yang tengah menghadapi tekanan.
Jika Anda atau orang terdekat sedang mengalami tekanan berat, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional atau berbicara dengan keluarga dan orang terpercaya.
SINTORA NEWS
Berani, Tajam, dan Akurat
( H.sulihin)
Editor : Redaksi