Karangasem – Pengawasan berlapis di lembaga pemasyarakatan kembali dipertanyakan. Dalam inspeksi mendadak (sidak) yang digelar Rabu (25/2), petugas gabungan menemukan sejumlah barang terlarang di dalam Lapas Kelas IIB Karangasem.
Sidak tersebut melibatkan unsur internal lapas bersama aparat dari BNNK, TNI, dan Polri. Pemeriksaan dilakukan menyeluruh ke kamar hunian warga binaan. Hasilnya cukup mengejutkan.
Dari balik jeruji besi, petugas menyita tiga unit telepon genggam, sejumlah benda tajam, batu, korek api, serta barang lain yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.
Keberadaan ponsel di dalam lapas jelas melanggar aturan. Selain membuka celah komunikasi ilegal, alat tersebut kerap menjadi sarana koordinasi tindak kejahatan dari balik penjara.
Tak hanya itu, temuan senjata tajam dan benda keras seperti batu memunculkan kekhawatiran serius. Barang-barang tersebut berpotensi digunakan untuk memicu konflik antarwarga binaan maupun melawan petugas.
Kepala Lapas Kelas IIB Karangasem, I Wayan Bondan Wahyu Kusuma Dusak, menegaskan bahwa seluruh barang bukti langsung diamankan dan akan dimusnahkan sesuai prosedur.
Ia memastikan dalam sidak kali ini tidak ditemukan narkotika. Namun, temuan ponsel dan senjata tajam menjadi catatan penting yang harus segera dibenahi.
“Kami akan evaluasi pengawasan dan memperketat pemeriksaan agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
Peristiwa ini kembali menyoroti persoalan klasik di lembaga pemasyarakatan: bagaimana barang-barang terlarang bisa lolos masuk? Apakah melalui celah pengawasan, kelalaian oknum, atau modus baru yang semakin canggih?
Publik tentu menanti langkah konkret, bukan sekadar razia seremonial. Transparansi dan penindakan tegas terhadap pihak yang terlibat—jika ada—menjadi kunci untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.
Keamanan lapas bukan hanya soal ketertiban internal, tetapi juga menyangkut rasa aman masyarakat luas. Jika pengawasan di balik tembok penjara saja bisa ditembus, maka pertanyaannya menjadi lebih besar: seberapa kuat sistem itu sebenarnya?
Langkah evaluasi menyeluruh, penguatan integritas petugas, serta penggunaan teknologi pengawasan modern menjadi kebutuhan mendesak. Tanpa itu, sidak hanya akan menjadi rutinitas tanpa solusi.
Sintora News
Berani, Tajam, dan Akurat
(Redaksi)
Editor : Redaksi