Jerit yang Akhirnya Didengar: Polisi Ungkap Derita Panjang Seorang Anak

SINTORA NEWS – Surabaya.

Tangis yang selama ini tersembunyi di balik dinding rumah akhirnya pecah ke permukaan. Aparat kepolisian mengungkap dugaan kasus kekerasan seksual yang dilakukan seorang ayah terhadap putri kandungnya sendiri di Surabaya. Peristiwa memilukan itu diduga berlangsung selama bertahun-tahun, sejak korban masih duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar hingga kini menginjak kelas 3 sekolah menengah pertama.

 

Kapolrestabes Surabaya, Luthfie Sulistiawan, menyampaikan keprihatinan dan kemarahan mendalam atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa tindakan pelaku merupakan bentuk pengkhianatan paling keji terhadap amanah sebagai orang tua.

 

“Ini bukan hanya pelanggaran hukum, tapi juga pelanggaran terhadap nilai kemanusiaan. Orang tua seharusnya menjadi pelindung utama anak, bukan sumber ketakutan,” tegasnya.

 

Bertahun-Tahun dalam Bayang Ancaman

 

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban diduga mengalami kekerasan secara berulang dalam kurun waktu panjang. Selama itu pula, korban hidup dalam tekanan dan rasa takut di lingkungan yang semestinya menjadi tempat paling aman bagi tumbuh kembang seorang anak.

 

Kasus ini terungkap setelah adanya laporan yang kemudian ditindaklanjuti secara serius oleh pihak kepolisian. Proses penyelidikan dilakukan secara hati-hati dengan mengedepankan perlindungan dan kerahasiaan identitas korban.

 

Pelaku kini telah diamankan dan akan dijerat dengan pasal berlapis sesuai ketentuan Undang-Undang Perlindungan Anak. Kepolisian memastikan proses hukum berjalan tegas dan profesional sebagai bentuk komitmen memberikan keadilan.

 

Luka yang Tak Kasat Mata

 

Selain dampak fisik, trauma psikologis menjadi beban berat yang harus ditanggung korban. Saat ini, korban mendapatkan pendampingan intensif dari tim psikolog dan tenaga pendamping untuk membantu proses pemulihan.

 

Pendampingan tersebut dinilai krusial agar korban dapat kembali menata masa depan tanpa terus dihantui rasa takut dan luka batin mendalam.

 

Peringatan bagi Semua

 

Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa ancaman kekerasan terhadap anak kerap terjadi di lingkup terdekat, bahkan dalam relasi keluarga yang memiliki kuasa penuh atas kehidupan korban. Karena itu, masyarakat diimbau lebih peka terhadap perubahan perilaku anak di lingkungan sekitar.

 

Keberanian untuk melapor dan kepedulian sosial menjadi kunci mencegah tragedi serupa terulang. Anak-anak membutuhkan ruang aman untuk tumbuh, bukan ruang sunyi yang menyimpan jerit kesakitan.

 

Penegakan hukum yang tegas diharapkan memberi efek jera sekaligus menegaskan bahwa kejahatan terhadap anak tidak akan pernah ditoleransi.

 

 

 

SINTORA NEWS

Berani, Tajam, dan Akurat

 

( Redaksi)

Editor : Redaksi

Berita Terbaru