SOPIR TAKSI ONLINE KORBAN BEGAL DI SURABAYA AKHIRNYA MENINGGAL DUNIA USAI 6 KALI OPERASI

Surabaya – Duka mendalam menyelimuti keluarga Pudjiono, seorang sopir taksi online yang menjadi korban aksi begal di kawasan Gunung Anyar, Surabaya. Setelah berjuang melawan luka serius selama hampir satu bulan di rumah sakit, Pudjiono akhirnya menghembuskan napas terakhir pada Senin (28/10).

 

Korban sebelumnya mengalami serangan brutal dari pelaku begal yang mengakibatkan luka tusuk di bagian leher kiri serta sejumlah luka berat di beberapa bagian tubuh lainnya. Kondisinya sempat kritis sejak pertama kali dirawat.

 

Selama menjalani perawatan intensif selama 28 hari, tim medis melakukan berbagai tindakan operasi untuk menyelamatkan nyawanya. Total enam kali operasi dijalani oleh korban, terdiri dari tiga operasi besar dan tiga operasi kecil.

 

Menurut informasi dari keluarga, kondisi Pudjiono sempat menunjukkan tanda-tanda membaik setelah beberapa tindakan medis dilakukan. Namun harapan tersebut tidak berlangsung lama. Kondisi korban kembali menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit.

 

Kepergian Pudjiono meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta warga di lingkungan tempat tinggalnya. Sosok almarhum dikenal sebagai pribadi yang pekerja keras, sederhana, dan penuh tanggung jawab terhadap keluarganya.

 

Jenazah Pudjiono dimakamkan pada Senin sore sekitar pukul 16.00 WIB di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih, Surabaya. Prosesi pemakaman berlangsung dengan suasana haru dan dihadiri keluarga besar, kerabat, serta sejumlah warga yang turut memberikan penghormatan terakhir.

 

Kasus pembegalan yang merenggut nyawa sopir taksi online tersebut hingga kini masih dalam proses penanganan hukum oleh pihak kepolisian. Keluarga berharap para pelaku dapat segera ditangkap dan dijatuhi hukuman setimpal atas perbuatannya.

 

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan ancaman tindak kejahatan jalanan yang masih menghantui masyarakat, khususnya para pekerja transportasi online yang setiap hari beraktivitas di jalan demi mencari nafkah.

 

Keluarga besar almarhum berharap keadilan dapat ditegakkan, sekaligus menjadi pelajaran agar kasus serupa tidak kembali menimpa orang lain.

 

Semoga almarhum Pudjiono mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan menghadapi cobaan ini.

 

SINTORA NEWS

Berani • Tajam • Akurat

 

( Redaksi)

Editor : Redaksi

Berita Terbaru